Indonesia

Rekomendasi Warung Kopi dan Kedai Kopi di Jakarta: dari Kopitiam Legendaris sampai Specialty Coffee

Jawaban Singkat

Kalau kamu baru pertama kali berburu kopi enak di Jakarta, mulai saja dari enam nama ini: Kopi Es Tak Kie di Glodok untuk es kopi susu legendaris sejak 1927, Kopi Oey di kawasan Sabang untuk suasana kopitiam Peranakan, Toko Kopi Tuku di Cipete untuk es kopi susu gula aren yang ramah kantong, lalu Anomali Coffee, Giyanti Coffee Roastery, dan Tanamera Coffee kalau kamu ingin mencicipi kopi single origin Indonesia yang disangrai sendiri. Kisaran bujetnya mulai sekitar Rp20.000-an per gelas di kedai klasik, sampai kisaran Rp35.000–Rp75.000 per orang di kedai specialty. Semua tempat di bawah ini sudah diperiksa keberadaan, alamat, dan ciri khasnya dari sumber nyata — detail yang tidak bisa dipastikan ditulis sebagai kisaran.

1. Kopi Es Tak Kie — Glodok, Jakarta Barat

Ini titik awal paling pas kalau kamu ingin merasakan warung kopi Jakarta tempo dulu. Kopi Es Tak Kie berdiri sejak 1927 dan sampai sekarang menempati kedai kecil di Gang Gloria, Jl. Pintu Besar Selatan III No. 4–6, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, di jantung kawasan Pecinan Glodok.

Menunya sengaja tidak neko-neko: pilihan utamanya cuma kopi hitam dan kopi susu, disajikan panas atau dengan es. Justru kesederhanaan itu yang dicari orang — rasa kopinya kuat, pekat, dan tidak berubah-ubah dari tahun ke tahun. Di jam ramai, kedai ini juga jadi tempat sarapan warga sekitar, jadi suasananya hidup sejak pagi.

Catatan kecil: sebagian kudapan pendamping di kawasan Gang Gloria ada yang non-halal, jadi kalau itu penting buatmu, tanyakan dulu sebelum memesan makanan.

2. Kopi Oey (Kopitiam Oey) — Sabang, Jakarta Pusat

Kalau Tak Kie adalah warung kopi yang bertahan apa adanya, Kopi Oey adalah kopitiam Peranakan yang memang dirancang membangkitkan nostalgia. Merek ini didirikan oleh mendiang Bondan Winarno pada 2009, dan gerai Sabang-nya tercatat di situs resmi Kopi Oey di Jl. H. Agus Salim No. 20, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat — jalan yang lebih dikenal warga Jakarta sebagai kawasan kuliner Sabang.

Ciri khasnya langsung terasa dari menunya yang ditulis dengan ejaan lama: ada Koffie O atawa Koffie Saring, Koffie Soesoe Indotjina (kopi susu ala Vietnam drip dengan susu kental manis), sampai singkong sambel roa yang sering dipuji pengunjung. Pendamping klasiknya adalah roti bakar — srikaya, cokelat, keju, sampai kornet — plus menu makan berat khas kopitiam seperti bakmie dan soto tangkar, jadi tempat ini aman untuk sekalian makan, bukan cuma ngopi.

3. Toko Kopi Tuku — Cipete, Jakarta Selatan

Dari kopitiam, kita lompat ke pelopor tren es kopi susu gula aren modern. Toko Kopi Tuku mulai dari gerai kecil di Cipete dan menu andalannya, Es Kopi Susu Tetangga, sudah jadi standar rasa yang ditiru banyak kedai lain: kopi tetap dominan, susu terasa creamy, dan manis gula arennya tidak berlebihan.

Gerai Cipete-nya beralamat di Jl. Cipete Raya B No. 7, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, dengan jam buka kisaran pukul 07.00–21.00 WIB setiap hari menurut direktori kuliner setempat. Tempatnya memang bukan kafe luas untuk berlama-lama buka laptop — konsep Tuku dari dulu adalah kedai tetangga: pesan, duduk sebentar atau bawa pulang, lalu jalan lagi. Di sekitar Cipete Raya juga berderet kedai kopi lain, jadi kawasan ini enak dijadikan satu rute ngopi sore.

4. Anomali Coffee — Senopati dan Menteng

Anomali adalah salah satu pelopor specialty coffee Indonesia. Berdiri sejak 2007, Anomali memanggang sendiri biji-biji single origin dari berbagai daerah — antara lain Aceh Gayo, Bali Kintamani, Flores Bajawa, dan Papua — lalu menyajikannya sebagai espresso maupun manual brew. Buat yang baru belajar soal kopi, ini tempat yang enak untuk membandingkan karakter biji dari daerah yang berbeda dalam satu kunjungan.

Dua gerai yang mudah dijangkau di Jakarta:

5. Giyanti Coffee Roastery — Menteng, Jakarta Pusat

Giyanti adalah roastery mungil yang jadi favorit diam-diam banyak penikmat kopi Jakarta. Lokasinya di Jl. Surabaya No. 20, Menteng, Jakarta Pusat — tepat di seberang deretan kios barang antik Jalan Surabaya yang terkenal itu. Kedai ini menyangrai bijinya sendiri sejak 2012, dan pilihan single origin-nya berganti mengikuti stok sangrai, jadi tanyakan ke barista biji apa yang sedang segar hari itu.

Suasananya jauh dari kafe mal: interiornya eklektik, agak vintage, dan pengunjungnya campuran warga Menteng, turis, sampai pemburu barang antik yang mampir istirahat. Satu hal yang perlu dicatat, jam bukanya tidak sepanjang kafe pada umumnya dan hari bukanya pernah berbeda-beda antar-sumber — beberapa direktori menulis kisaran pukul 09.30–17.30 WIB, dan ada sumber yang menyebut kedai hanya buka di hari-hari tertentu dalam seminggu. Jadi untuk Giyanti, cek dulu jam buka terbarunya di peta atau telepon sebelum berangkat, jangan datang sore menjelang tutup.

6. Tanamera Coffee — Pacific Place, SCBD

Tanamera adalah nama besar lain di kopi spesialti Indonesia. Didirikan pada 2013, merek ini hanya memakai biji arabika Indonesia, bekerja langsung dengan petani, dan pernah memenangkan gelar Champion International Roaster di Melbourne International Coffee Expo pada 2015 dan 2016 menurut riwayat resmi perusahaan. Rasanya cenderung bersih dan menonjolkan karakter asal biji — Sumatra, Toraja, sampai Kintamani.

Untuk Jakarta, gerai yang praktis dikunjungi adalah Tanamera Coffee di Pacific Place, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52–53, SCBD, Jakarta Selatan, yang tercatat buka setiap hari kisaran pukul 07.00–22.00 WIB. Tanamera juga punya gerai di The Plaza, Plaza Indonesia, Jl. M.H. Thamrin — praktis kalau kamu sedang di pusat kota. Perlu dicatat: gerai lama Tanamera di Kemang tercatat sudah tutup permanen di direktori tempat, jadi jangan jadikan alamat Kemang sebagai tujuan.

Tips Praktis Sebelum Berangkat Ngopi

FAQ

Tanya: Mana yang paling murah untuk ngopi setiap hari? Toko Kopi Tuku. Es Kopi Susu Tetangga-nya berada di kisaran Rp25.000-an, memang diposisikan sebagai kopi harian. Kopi Es Tak Kie juga murah, kisaran Rp20.000-an, tapi jam bukanya hanya sampai siang.

Tanya: Mana yang paling cocok untuk pemula kopi specialty? Anomali Coffee dan Tanamera Coffee. Keduanya fokus pada biji single origin Indonesia, punya pilihan espresso dan manual brew, dan stafnya terbiasa menjelaskan perbedaan karakter biji ke pengunjung.

Tanya: Saya cuma punya waktu setengah hari, pilih rute mana? Rute Menteng–Sabang paling efisien: mulai dari Giyanti (pagi menjelang siang), lanjut Anomali Menteng, dan tutup dengan Kopi Oey di Sabang untuk makan. Tiga-tiganya berada di Jakarta Pusat dan berdekatan.

Tanya: Apakah warung kopi legendaris seperti Tak Kie cocok untuk kerja dengan laptop? Tidak. Kedai klasik memang untuk datang, minum, makan, lalu bergantian dengan pengunjung berikutnya. Untuk kerja, pilih Anomali atau Tanamera.

Tanya: Kenapa jam buka Giyanti ditulis tidak pasti? Karena sumber-sumber yang diperiksa memberi keterangan hari dan jam buka yang berbeda-beda. Daripada menulis angka yang belum tentu benar, artikel ini menyarankan kamu memeriksa ulang jam buka terbaru sebelum berangkat.

Sumber: - https://www.beautynesia.id/wellness/top-5-list-kuliner-legendaris-di-glodok-yang-wajib-dicoba-saat-libur-akhir-pekan/b-309617 - https://thenews.id/5-tempat-ngopi-di-glodok-ada-yang-berusia-hampir-100-tahun/ - http://kopioey.com/ - https://menukuliner.net/menu/383339/kopi-oey-sabang-agus-salim - https://www.tripadvisor.co.nz/Restaurant_Review-g294229-d2183397-Reviews-or30-Kopitiam_Oey_Sabang-Jakarta_Java.html - https://id.alongwalker.co/top-11-pilihan-cafe-di-cipete-yang-cozy-untuk-nongkrong-s24693.html - https://nonabelanja.com/menu-kopi-tuku/ - http://www.anomalicoffee.com/ - https://menukuliner.net/menu/211350/anomali-coffee-senopati - https://wanderlog.com/place/details/1414052/giyanti-coffee-roastery - https://id.alongwalker.co/top-11-coffee-shop-menteng-yang-ngehits-wajib-dikunjungin-s23885.html - https://tanameracoffee.co.id/about-us - https://www.chope.co/jakarta-restaurants/restaurant/tanamera-coffee-pacific-place-scbd?lang=en_US - https://menukuliner.net/menu/561469/tanamera-coffee-plaza-indonesia

Diperiksa: 8 November 2026